International Solar Alliance : Langkah Nyata "The Sunshine Countries" ? (1) - Nusantara Renewable Energy Club

Post Top Ad

Monday, March 19, 2018

International Solar Alliance : Langkah Nyata "The Sunshine Countries" ? (1)

 










(note: bagi pemercaya bumi datar, kami sarankan untuk tidak melanjutkan membaca artikel ini)

Bumi yang kita tempati saat ini dirupakan berbentuk bulat (Globe) dan memiliki jari-jari paling besar pada khatulistiwa. Sehingga  matahari beredar pada belahan bumi tersebut lebih lama dari yang lainnya. Belahan bumi yang mendapat matahari tersebut diisi oleh negara-negara yang dikenal dengan The Sunshine Countries. Mereka berada diantara 23,43 derajat lintang utara (Tropic of Cancer) hingga 23,43 derajat lintang selatan ( Tropic of Capricorn)

Negara tersebut rata-rata berada di Asia, Afrika, dan Amerika. Sebenarnya tidak ada ikatan yang erat diantara mereka. Hingga pada November 2015, saat berlangsungnya KTT UNFCC, Perdana Menteri India Narendra Modi meluncurkan International Solar Alliance dan mengundang The Sunshine Countries untuk bergabung.

Tujuan utama dari aliansi tersebut adalah  mendayagunakan energi surya secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Pada halaman resmi mereka, disebutkan bahwa objectif dari aliansi adalah untuk bersama-sama secara kolektif membahas tantangan besar dan utama terhadap peningkatan penggunaan energi surya  sesuai dengan kebutuhan negara masing-masing.

Sebenarnya, terdapat 121 negara yang bisa disebut sebagai The Sunshine Countries atau ISA menyebut sebagai prospected member country. Namun demikian baru 61 negara yang telah menandatangani ISA Framework  Agreement dan baru 32 diantaranya yang telah meratifikasi sebagai produk hukum dalam negeri masing-masing. Salah satu diantara 32 negara tersebut adalah Prancis. Daftar negara tersebut bisa dilihat pada laman resmi ISA berikut.

Langkah India yang didukung penuh oleh Prancis tersebut sebenarnya cukup disambut positif oleh negara-negara The Sunshine Countries. Karena pada dasarnya aliansi tersebut berujuan untuk menyebarluaskan penggunaan energi surya dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun melihat jumlah negara yang baru meratifikasi ISA Framework  Agreement baru sekitar seperempat dari The Sunshine Countries, kita melihat seperti ada keraguan banyak negara untuk terikat secara hukum pada aliansi ini. Indonesia termasuk salah satunya.

Mungkin jawaban pertanyaan pada judul sepertinya sangat tepat dijawab oleh orang-orang yang memahami dunia geopolitik internasional maupun dunia diplomasi internasional. Karena jika kita hanya melihat hal-hal yang ditawarkan oleh ISA, seharusnya semua The Sunshine Countries akan langsung ikut secara resmi.

Lalu apakah ini langkah nyata ?

--
nantikan bahasan kami tengtang ISA berikutnya..

No comments :

Post a Comment

ads2