International Solar Alliance : Si Kaya bantu Si Miskin ? (2) - Nusantara Renewable Energy Club

Post Top Ad

Thursday, March 22, 2018

International Solar Alliance : Si Kaya bantu Si Miskin ? (2)


Sumber dan Pemilik Foto : http://www.thejakartapost.com/life/2018/03/12/macron-pledges-700-million-euros-for-new-solar-projects.html | (AFP/Ludovic Marin)

Melanjutkan tulisan pertama kami tentang International Solar Alliance, ada hal menarik yang terlihat agak sedikit gamblang pada aliansi kerja sama pemanenan energi matahari ini.

Pada 10 Maret 2018 yang lalu, India mengadakan dan menjadi tuan rumah The first International Solar Alliance summit dan berkolaborasi dengan co-host Prancis. Pertemuan dilaksanakan di Rashtrapati Bhavan Convention Centre dan dihadiri oleh 27 kepala pemerintahan, 19 menteri dari negara anggota, 10 pimpinan bank internasional dan organisasi internasional lainnya dan dipimpin oleh Presiden India Ram Nath Kovind dan Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti yang tertulis pada media briefing resmi Kementerian Luar Negeri India.

Tidak banyak hal yang mengejutkan muncul dari pertemuan tingkat tinggi tersebut. Para delegasi kembali menegaskan keinginan mereka untuk bekerja sama secara aktif untuk memanen energi matahari untuk cita-cita mulai demi Bumi yang tidak semakin panas.

Selain beberapa seremoni penandatanganan beberapa kesepakatan, seperti antara ISA dengan International Renewable Energy Agency (IRENA) yang setuju bersama-sama untuk mempromosikan penggunaan energi matahari, ada beberapa hal menarik yang terjadi atau terlontar pada acara yang secara resmi bernama Founding Conference of ISA.

Salah satunya adalah janji Presiden Macron yang akan menggolontorkan dana tambahan  hingga 700 juta euro atau sekitar 860 juta dolar AS pada 2020 kepada para anggota ISA yang masih sebagai negara berkembang baik dalam bentuk pinjaman ataupun hibah. Pastinya dana tersebut dipergunakan untuk mendanai proyek-proyek pembangkit listrik tenaga surya. Menurut Presiden Macrcon, dana tambahan atas janji 300 Juta Euro sebelumnya ini, digunakan untuk mendokrak perkembangan pemanfaatan energi surya yang saat ini masi terbilang lambat.
India sendiri sebagai penggagas utama juga berjanji memberikan banyak kontribusi kepada negara-negara anggota dalam pengembangan energi surya mereka melalui pendanaan dan penyediaan teknologi pada proyek PLTS di negara anggota ISA.

Dengan segala fasilitas dan bantuan yang dijanjikan tersebut, banyak negara-negara berkembang di Afrika, yang merupakan prospected member, menjadi anggota secara resmi dengan meratifikasi  Framework Agreement. Mereka pastinya akan sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Selain memperbesar porsi energi terbarukan mereka, pembangkit listrik tenaga surya tersebut juga menjadi pemenuhan kebutuhan dasar listrik rakyat mereka dengan harga yang murah.

Lalu apakah ISA hanyalah tempat Si Kaya membantu Si Miskin ?. Dengan tujuan pendirian ISA yang sederhana seperti yang kita bahas pada tulisan pertama, maka jawabnya kemungkinan besar iya. Namun yang menjadi pertanyaan berikutnya, apa keuntungan utama yang didapat oleh Si Kaya di tubuh ISA?. Hanya waktu yang mungkin bisa menjawab.





No comments :

Post a Comment

ads2