Sorot Lampu Peresmian PLTB Sidrap - Nusantara Renewable Energy Club

Post Top Ad

Wednesday, July 4, 2018

Sorot Lampu Peresmian PLTB Sidrap

Senin lalu (2/6/18), Presiden Joko Widodo meresmikan PLTB Sidrap yang berkapasitas total 75 MW dengan 30 menaranya. Laman resmi kementerian ESDM mengutip sambutan Presiden yang sangat bersyukur dengan PLTB pertama di Indonesia ini, "Bahagia sekali sore hari ini saya secara langsung melihat pembangkit listrik tenaga bayu di Sidrap ini baling-nya muter semua. Artinya angin di sini lebih dari cukup. Saya merasa seperti di Belanda, seperti di Eropa, tapi kita di Sidrap. Dengan peresmian PLTB pertama di Kabupaten Sidrap ini, komitmen 23% di tahun 2025 akan dapat terwujud.....Seperti yang kita lihat pada sore ini pembangkit listrik tenaga bayu atau angin, tidak hanya di Kabupaten Sidrap saja tetapi sudah dikerjakan dan selesai 80% di PLTB Kabupaten Jeneponto. Selain itu juga dikerjakan di Kabupaten Tanah Laut dan akan dimulai segera di PLTB di Jawa Barat Kabupaten Sukabumi.....Saya rasa kita memiliki potensi yang besar dalam hal pengembangan EBT. Untuk panas bumi kita memiliki potensi sebanyak 29.000 MW dan baru dikerjakan 2.000 (MW), lalu kita memiliki PLT Surya, PLTA yang saya kira potensinya juga sangat besar. Oleh sebab itu ke depan, berdasar target yang kita berikan yaitu 23% di tahun 2025 diharap bisa kita selesaikan"

Berita tentang peresmian dan keberhasilan ini ramai di media massa dan media sosial lainnya, tagar #KincirAnginSidrap menjadi trending topic hari itu dimana-mana. Nadanya kicauanpun rata-rata sama, puja-puji pada pemerintah bagi keberhasilan ini sekaligus optimisme akan tercapainya 23% porsi energi terbarukan di bauran energi Indonesia pada 2025 nanti. Sebenarnya hal ini adalah wajar jika melihat bahwa ini adalah salah milestone bagi republik ini, satu bangsa boleh berbahagia.

Tapi menerut kami, sorot lampu peresmian ini tidak hanya menjadi porsi satu pihak saja. Ada banyak pihak yang bekerja keras untuk mewujudkan mimpi memiliki kebun angin di Nusantara ini. Salah satunya pemilik dan operator PLTB Sidrap ini. UPC Renewable Indonesia.

Pada hari peresmian PLTB Sidrap, IESR, lembaga pemikir untuk isu energi berkicau mengenai kekhawatirannya tentang energi terbarukan dibalik peresmian PLTB Sidrap tersebut.

Kementerian ESDM juga berkicau tentang jalan panjang pembangunan PLTB Sidrap. 


 
Sobat Energi! Senin (2/7) siang kemarin, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap baru saja diresmikan oleh Presiden . Yuk lihat foto-foto peresmian kemarin Sobat! 

Banyak yang nanya sama Minergi, kapan bangunnya? Tiba2 udah berdiri dan diresmiin aja? 😊😊 Dimulai pd 2012, MoU antara dgn UPC Asia Wind Limited. Indonesia berdiri dan kemudian bermitra dgn PT Binatek Energi Terbarukan.

Dilanjutkan pembicaraan antara UPC Renewables dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 2013 serta MoU dengan Pemprov Sulsel pada Oktober 2014. Pembebasan lahan pun bergulir berkat dukungan masyarakat.

Perjanjian Jual Beli dengan pada Agustus 2015 saat ke 4 di Jakarta dilanjutkan Letter of Cooperation terkait pendanaan antara dengan pada April 2016. 

Groundbreaking dilakukan hingga akhirnya kapal pembawa baling-baling tiba pd 24 Agustus 2017 di Pelabuhan Pare-pare! Berkat dukungan Masyarakat Sulsel,Pemprov Sulsel,Pemkab Sidrap,Pemkot Pare-Pare,Polda Sulsel,Pelindo IV dari lahan, koordinasi serta pengamanan transportasi.

Pengamanan transportasi diperlukan karena pertama kalinya trailer 16 sumbu melewati jalanan Pare-pare ke lokasi proyek di perbukitan. Simak di video berikut: 

Dan 2018, kini baling-baling berputar dan diresmikan oleh Presiden ! TERIMA KASIH kpd semua pihak yg sdh mendukung hingga berdiri kokoh menghasilkan listrik dari angin (tenaga bayu).  
Sudah sepatutnya ucapan selamat dan terima kasih serta sorot lampu dihaturkan kepada pihak-pihak yang ikut berkontribusi sehingga PLTB Sidrap ini dapat menerangi rakyat Sulawesi Selatan. Mulai dari Investor dan pemilik perusahaan, lembaga keuangan yang berani mensuport, hingga rakyat dan pemerintah Sulawesi Selatan. Dan terutama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberikan rahmat dan karuniaNya yang tak hingga.

Sejatinya peresmian ini seharusnya menjadi ajang refleksi bagi Bangsa Indonesia dan Pemerintah untuk menilai daya dan upaya yang telah dilakukan demi tercapainya target 23% porsi energi terbarukan di bauran energi Indonesia pada 2025 nanti.

Salam.

No comments :

Post a Comment

ads2